Artikel

artikel mengenai jaket kulit garut berkualitas

Merawat Jaket Kulit Dengan Benar?

Dalam kesempatan ini java leather akan memaparkan cara merawat jaket kulit secara lengkap. Tips ini pasti berguna bagi para pecinta jaket kulit atau untuk anda yang baru saja membeli jaket kulit, supaya jaket kulit anda tetap awet dan tahan lama. Berikut ini cara merawat jaket kulit dengan benar:
java leather

  1. Berikan pelembab atau lotion pada jaket kulit dengan cara diolesi secara merata. Jika tidak ada lotian pakai “Kit” motor juga bisa. Minimal sebulan sekali anda harus mengolesi jaket kulit anda dengan lotion. Kemudian biarkan selama satu jam dan setelah itu bersihkan dengan lap kering yang bertekstur lembut sehingga tidak merusak jaket. Hal ini dilakukan untuk merawat kelembaban dan kelenturan jaket kulit.
  2. Jangan mencuci jaket kulit, apalagi dicuci dengan menggunakan deterjen dengan mesin cuci. Jika jaket kulit dicuci ini akan membuat bahan kulitnya melintir dan tidak rapi lagi. Efek dari penggunaan deterjen akan membuat kulit jaket kering, karena deterjen itu sifatnya panas. Jika sudah kering maka jaket kulit aka mudah mengelupas. Jika anda ingin membersihkannya, cukup dilap dengan kain basah kemudian diangin-anginkan namun jangan sampai terkena sinar matahari langsung.
  3. Jaket kulit memang mampu melindungi tubuh dari cuaca yang dingin, namun jangan menggunakan jaket kulit tatkala sedang hujan. Kondisi yang lembab dapat menyebabkan jamur dan bau yang tidak sedap serta menimbulkan bercak-bercak warna putih pada jaket. Kalaupun dalam keadaan terpaksa, jaket yang basah harus segera diangin-anginkan kembali agar kering. Untuk mempercepat bisa gunakan kipas angin.

Jangan gunakan parfum pada jaket kulit Anda karena parfum juga adalah bahan kimia, sehingga dikhawatirkan akan merusak tekstur jaket kulit Anda.

  1. Ketika Jaket kulit anda terkena noda atau goresan yang ringan, kadang itu susah untuk menghilangkannya, tapi anda tak usah khawatir, anda bisa mengoleskan semir sepatu yang sesuai dengan warna jaket anda, tapi jangan menggunakan semir terlalu banyak, secukupnya saja. Lalu gosok dengan lap halus sampai rata dan menyatu dengan bahan kulitnya. Cek dengan menyentuh / colek kulit tersebut sampai tidak menempel di tangan. Jika terkena noda bisa juga diolesi minyak goring lalu digosok pakai kapas.

Cara Merawat Jaket Kulit

  1. Gantungkanlah jaket kulit anda dengan hanger jika tidak dipakai, hal ini dilakukan agar kulitnya tidak mudah kusut dan lecek. Gantungkan di ruangan dengan suhu kamar, jangan di gantung di tempat yang lembab seperti di lemari, karena bisa menimbulkan tumbuhnya jamur. Jangan juga dilipat karena bekas lipatannya akan terlihat.
  2. Bagaimana jika resletingnya macet? cukup olesi lilin pada resleting dan naik turunkan kepala resletingnya untuk dicoba, tetapi jika resleting tidak bisa juga berjalan, cek apakah ada kerak berawarna putih pada resleting, jika memang ada kerak resleting pada resleting maka resleting memang harus diganti, tetapi jika resleting tidak mau membuka padahal masih bagus anda cukup menggantikan kepala resletingnya tanpa mengganti keseluruhan resletingnya.
  3. Bagaimana jika terlihat bekas lipatan? Bekas lipatan yang sering terjadi adalah pada bagian tangan. Untuk menjaga agar bekas lipatan itu tidak merusak kulit, maka oleskanlah pelembab pada bagian lipatan lalu gosok dengan lap halus dengan satu arah, lakukan berulang-ulang, sampai terlihat maksimal, kalau bisa lakukan ini 2 hari sekali. Untuk itu jangan sampai anda lupa untuk tetap merawat jaket kulit anda. Lebih baik merawat daripada memperbaiki.

Begitulah cara merawat jaket kulit yang baik dan benar. Kunci dari perawatan jaket kulit adalah kedisiplinan anda. Jika anda malas untuk merawatnya maka dijamin jaket kulit anda tidak akan tahan lama.

semoga tips cara merawat jaket kulit dari  java leather ini bermanfaat untuk anda..

Categories: Artikel | Tags: , | Leave a comment

SEKILAS JAKET KULIT

javaleather
Salah satu komoditas andalan dari pengrajin kulit di Kabupaten Garut adalah produksi pakaian jadi dari kulit dan jaket kulit sapi (agak keras) dan domba (lentur), yang di kalangan tertentu khususnya di lingkungan bisnis fashion terkenal dengan sebutan “Jaket Kulit Garut”.Faktor pendukung terwujudnya sentra industri jaket kulit ini diantaranya adalah ketersediaan bahan baku. Sumber bahan baku di Kabupaten Garut cukup melimpah dengan lokasi yang strategis, berdekatan bahkan menyatu dalam lingkungan sentra industri kecil penyamakan kulit. Selain itu letak geografis Kabupaten Garut yang dekat dengan kota Bandung sebagai pusat perdagangan pakaian jadi dan Jakarta sebagai pusat perdagangan nasional, memungkinkan pelaku bisnis untuk terus serius meningkatkan produksi jaket kulit karena mudah dipasarkan.
Saat ini di sektor industri pakaian jadi dari kulit di Kabupaten Garut tergabung 417 unit usaha formal dan non formal, dengan menyerap kurang lebih 3.000 tenaga kerja.  Dalam proses pendataan Dinas Perindustrian Perdagangan dan KUKM Kabupaten Garut pernah tercatat jumlah produksi per tahun Jaket Kulit Mulus adalah sekitar 50.000 potong dan Jaket Kulit Sambung sekitar 200.000 potong.  Adanya permintaan terhadap jaket kulit yang terus meningkat dari daerah di luar Kabupaten Garut (pasaran lokal maupun nasional) seperti dari Bandung, Jakarta atau beberapa kota di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali maupun Sumatera telah mendorong pengrajin jaket kulit di Kabupaten Garut tumbuh dan berkembang lebih cepat dibandingkan pengrajin kulit di daerah-daerah lainnya.
Seiring berkembangnya industri ini dan telah mendapat perhatian khusus dari pemerintah setempat untuk memfasilitasi beberapa pengrajin untuk kemudian dijadikan komoditas daerah dan menjadikan magnet bagi para wisatawan domestik. Adapun potensi pasar sangat luas, selain memenuhi permintaan konsumen lokal dan nasional, Jaket Kulit Garut juga sudah merambah ke pasar internasional, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang, dll.  Data terakhir, jaket kulit Garut diekspor ke Singapura, Malaysia, Taiwan dan Australia dengan volume mencapai 9.488 potong senilai $448.464.  Ini menunjukan peningkatan ekpor yang cukup membaik dimana volume ekspor sebelumnya mencapai 5.100 potong senilai US$258.651,0

Hambatan yang dihadapi adalah teknologi pengolahan untuk percepatan proses produksi dan lemahnya pengendalian kualitas terhadap komoditas barang yang dihasilkan sehingga dapat mempengaruhi kinerja citra komoditas yang sudah terbentuk. Jika hambatan ini tidak diatasi, maka pengrajin kulit Garut akan kalah bersaing dengan pengrajin kulit dari daerah lain yang ironisnya justru mengolah kulit tersamak dari Garut. sekilas laporan dari java leather

Categories: Artikel | Tags: , , | Leave a comment

Blog at WordPress.com.